Perbaikan Jembatan Amblas di Jalan Puke Ditargetkan Rampung Sebulan
Perbaikan jembatan Saluran Penghubung (Phb) yang amblas di Jalan Puke, RW 10, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur ditargetkan rampung satu bulan.
"Kendala utama memang faktor cuaca"
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga mengatakan, jembatan tersebut amblas pada 15 April lalu. Penanganan sudah dimulai sejak sehari setelah kejadian, diawali dengan pembersihan puing yang sempat menghambat aliran air.
Jembatan Amblas di Jalan Pule Cepat Ditangani"Satgas Bina Marga mengerjakan bagian jembatan, sementara SDA memperbaiki turap di sisi saluran," ujarnya, Rabu (22/4).
Panangaran menjelaskan, progres pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 10 hingga 15 persen. Perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan dengan catatan kondisi cuaca mendukung.
"Kalau cuaca terus cerah, pekerjaan bisa selesai sesuai jadwal. Kendala utama memang faktor cuaca," terangnya.
Menurutnya, ramp jembatan akan ditinggikan sekitar 35 hingga 50 sentimeter. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi luapan air saat debit tinggi yang selama ini kerap membuat jembatan terendam dan memicu sampah tersangkut hingga air melimpas ke permukiman warga.
"Rencana peninggian ini sudah dikoordinasikan dan disepakati bersama pengurus RT, RW, dan LMK setempat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur, Benhard Hutajulu merinci pekerjaan teknis yang tengah dilakukan. Tahap awal meliputi perbaikan turap saluran sepanjang 4,5 meter dengan tinggi 1,5 meter, lebar bawah 40 sentimeter, dan lebar atas 30 sentimeter.
Selanjutnya, jembatan akan dibangun ulang dengan panjang sekitar sembilan meter dan lebar lima meter, dilengkapi railing atau besi pengaman di kedua sisi.
"Railing menggunakan besi bulat berdiameter 3 dan 3,5 inci dengan tinggi 80 sentimeter," paparnya.
Ia menuturkan, sebanyak 12 personel Pasukan Kuning dikerahkan berkolaborasi antara Sudin dan Satpel Kecamatan Ciracas.
"Hingga saat ini, ketersediaan material dinyatakan aman, meski cuaca masih menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan pekerjaan di lapangan," tandasnya.